Awal baru
dimulai
semangat masih berkobar tinggi
tapi, apalah daya mahasiswa yang hanya mengikuti kata orang tuanya
perjuangan semuanya sia-sia tanpa restunya.
Dengan beban
yang harus lulus tepat waktu, harus membuatku mundar-mandir sana-sini sibuk
mengerjakan tugas dan masuk kuliah full days setiap hari.
Melihat perekonomian keluarga yang semakin memburuk, mau tak mau harus
kutinggal semua perjuanganku sebagai mahasiswa. Sebab waktuku hanya habis
dengan segala teori yang harus kulahap setiap hari diperguruan tinggi, tapi
tidak dengan hal yang selalu kukejar yaitu, ilmu pengetahuan nondik.
Karena sistem
pendidikan diperguruan tinggi saat ini, mengharuskan kita dengan jam kuliah
yang padat, tugas yang terus-menerus membanjiri dan belum lagi kuis, uts, uas
yang akan menanti.
Yang membuat para mahasiswanya tak ada waktu lagi untuk menyisipkan
kegiatan-kegiatan nondik (luar kampus) yang sebenarnya akan lebih berpengaruh
dalam pembentukan cara berpikirnya dan juga memperluas network (jaringan kenalan)
yang nantinya akan lebih berguna untuk membangun masa depannya.
Lulus tepat waktu itu penting dan juga akan membanggakan orang tua, tetapi semua itu hanya akan sia-sia jika kita hanya menjadi sarjana yang hanya mengharap secuil upah diperusahaan dan juga uang pensiun yang tak seberapa.
Sekian dari saya. Wassalam.